Rabu, 20 Agustus 2014

Universitas Muhammadiyah Malang


Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A" dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang berpusat di kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih.
UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Muhammadiyah_Malang

Pia tape oleh - oleh baru khas jember



Kota Jember, Jawa Timur sebagai kota tape memang menumbuhkan aneka rasa jenis jajanan serba bahan tape singkong. Mulai mulai suwar suwir, prol tape, dodol tape, dan sekarang ada inovasi baru pia tape merk Anis yang mulai popular untuk oleh-oleh khas Jember. Pia tape aneka rasa mulai keju, coklat dan keju. Harga di toko oleh-oleh Rp 13.000 per kotak dengan isi 10 potong pia yang berbentuk kotak selebar 5 centimeter. Pia yang berwarna cokelat kekuningan kalau digigit langsung terasa rasa manis tapenya dan ada tambahan asin bila rasa keju dan manis bila rasa cokelat atau pisang. Kulit pia-nya juga lembut, nggak terasa rasa tepungnya karena langsung terlindas rasa dalamnya berupa tape yang telah dicampur gula dan susu.
Pia Tape

Makanan oleh-oleh ini telah diproduksi selama dua tahun oleh Anita Andayani yang telah dua tahun berimprovisasi dengan kue pia tape dan kue prol tape sebelumnya. Anita berani memberi label di luar dusnya sebagai pia tape pertama oleh-oleh khas Jember di kemasan yang berwarna kuning itu. Hasil uji coba Anita berupa tape ini sekarang menjadi ikon baru kue oleh-oleh berbahan tape. Sekarang pia tapenya telah dijual di semua toko oleh-oleh di daerah Jember dan selalu menjadi incaran wisatawan dari luar kota Jember. Sumber: http://cintajember.com/kuliner/khas-jember.html

Selasa, 19 Agustus 2014

Mochtar Kusumaatmadja

Mochtar Kusumaatmadja (lahir di Batavia, 17 April 1929; umur 85 tahun) adalah seorang akademisi dan diplomat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dari tahun 1974 sampai 1978 dan Menteri Luar Negeri dari tahun 1978 sampai 1988.
Selain itu ia adalah guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung. Definisinya tentang hukum yang berbunyi "Hukum adalah keseluruhan azas-azas dan kaedah-kaedah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk didalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu kedalam kenyataan", dianggap paling relevan dalam menginterpretasikan hukum pada saat ini. Doktrin ini menjadi Mahzab yang dianut di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran hingga saat ini.
Mochtar Kusumaatmadja

Pria yang memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun ini dikenal piawai dalam mencairkan suasana dalam suatu perundingan yang amat serius bahkan sering menegangkan. Dia cepat berpikir dan melontarkan kelakar untuk mencairkan suasana. Diplomat penggemar olahraga catur dan berkemampuan berpikir cepat namun lugas ini, memang suka berkelakar.
Wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, Jenewa dan New York, ini berperan banyak dalam konsep Wawasan Nusantara, terutama dalam menetapkan batas laut teritorial, batas darat, dan batas landas kontinen Indonesia. Alumni S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1955), ini berperan banyak dalam perundingan internasional, terutama dengan negara-negara tetangga mengenai batas darat dan batas laut teritorial itu.